Minggu, 15 Januari 2012

Terimakasihku, Untuk si Tangan Besi yang Cantik

Ibu, aku tahu kasih sayangmu sepanjang masa. Namun, aku sering mengesampingkan hal itu.
    Lewat surat ini, aku ingin menyampaikan betapa aku cinta padamu.
 Semenjak kemarin, aku jatuh sakit, aku demam hebat. Aku tahu engkau sedang sibuk mengurusi pekerjaanmu demi menghidupi keluargamu. Engkau hebat, bu. Tidak pernah mengeluh kepayahan akan menjadi seorang ‘single parent’.  Engkau jatuh bangun untuk menghidupi keluarga kita. Sempat terpikir di benakku, bagaimana kalau aku tidak memberi tahumu tentang keadaanku yang jatuh sakit. Namun, apalah daya, batin seorang ibu lebih kuat dari anaknya. Engkau merawatku dengan telaten, tangan besimu yang hebat rajin mengusap kepalaku, berharap agar aku cepat sembuh.
    Aku merasa terenyuh, dia rela mengesampingkan pekerjaannya demi memberi perhatian lebih kepada anaknya yang sedang sakit. Aku mempunyai semangat untuk sembuh karenamu, bu.
Aku tidak mau pekerjaanmu terbengkalai hanya karenaku. Betapa beruntungnya aku mempunyai ibu sepertimu.
   Terima kasih bu, engkau telah bertahan untuk banting tulang demi anak-anakmu seorang diri. Semenjak kepergian ayah, tanganmu berubah menjadi tangan besi yang siap menopang masalah apapun di keluarga kita seorang diri.
    Ibu, aku berjanji, aku akan membalas semua perjuanganmu. Doakan aku ya bu, semoga aku bisa menjadi ibu yang hebat sepertimu suatu hari nanti.

Salam kasih penuh cinta,
Anakmu yang seddang sakit.

2 komentar: