Rabu, 30 April 2014

Thank You :-)

Perjuanganku mungkin tak terlihat. Seberapa jauh aku mengubah diriku seperti yang kau mau, tak semudah itu, sayang. Aku sudah mulai melangkah, hampir ke tengah. Namun kau menghentikan langkahku. Lalu aku bingung kemana harus melanjutkan.


Untuk semua rasaku yang percuma,
thank you for fighting for us.

"I Wish You Could See You From My Eyes. How You Are Loved." :')

"Bukan tak asyik diajak bercerita, aku hanya memilih tak mengisahkan betapa berharganya kamu kepada orang-orang."

  "Banyak yang bisa membuatku senang, tapi hanya sedikit yang mampu membuatku tenang. Kamu salah satunya."

"Dear my lovely you, if you were me, maybe you can't hold on yourself to stay calm like me. Missing you is never easy. You need to try."

"Bukannya melepaskan, aku hanya membebaskanmu dari ke-kita-an, sambil tetap mencintaimu dari kejauhan."

Selasa, 29 April 2014

Keep Your Chin Up, Liv. :-)

"You may think I am strong, but you don't know the energy it takes to put a smile on every morning."

Halo! Aku juga bisa sedih, teman. Apa karena aku selalu terlihat ceria sehingga orang-orang menilaiku tidak pernah sedih? Menunjukkan kesedihan menurutku sangatlah pecundang.


Senyum dan tertawa. Itulah obatku yang sedang rutin kutambahkan dosisnya.

Semoga aku bisa kembali seperti aku yang dulu lagi, yang tertawa lepas tiada henti. Tertawa bukan untuk menutupi rasa sedih. :-)

"Jangan Membuat Saya Merasa Memiliki Kamu. Saya Tidak Yakin Akan Siap Jika Suatu Saat Kehilangan Kamu." -@benzbara_

 Membuka hati bagiku bisa dikatakan susah. Jika aku membiarkanmu masuk kedalam kehidupanku, berarti aku sudah terlampau yakin, atau bisa dibilang nyaman denganmu. Aku bukan orang yang mudah menerima orang baru untuk dicintai. Jatuh cinta bisa dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja. Namun, yang terpilih pada akhirnya yang terhebat. Menurutku.
Di waktu itu, aku jatuh cinta pada tawamu. Hingga sekarang, yang kesekian kalinya. Aku suka caramu tertawa, membuatku senang walaupun aneh. Sejak itu pula memilikimu dan dimilikimu menjadi sebuah keinginan. Senang rasanya sewaktu keinginan itu terwujud. Namun ada rasa khawatir akan kehilangan. Aku tidak ingin merasakan kehilangan untuk yang ketiga kalinya. Maka dari itu, sejak aku memilikimu, aku sempat berjanji, aku tidak akan meninggalkanmu.
Namun kenyataan kadang menyakitkan. Aku merasa kehilangan. Lagi.